Skip to main content

Ku pangkas rambut

Hari ini kupangkas rambut tanpa ikrar

Masih banyak janji yang mengantri dipenuhi

Kenapa aku harus berjanji lagi?

Hari ini ku pangkas rambut tanpa sesal

Walau ku tahu susah merawatnya, memastikan setiap petak tersampo

Dan menambah pundi pemilik pabrik sampo ternama

Hari ini kupangkas rambut (lagi)

Tak peduli pujian atau ejekan yang melekat di setiap helainya

Kubiarkan dia tumbuh tapi toh tetap akan ku potong juga

Townsville, 7 November 2007

Comments

Popular posts from this blog

Tik Tik Tik

Tik tik tik bunyi hujan dua pipit bercanda dingin senandungkan perih tentang cinta yang berpamit Tik tik tik bunyi hujan kibas daun kelapa meluruh menyembah angin barat agar membawa bangau pulang Tik tik tik bunyi hujan nafas itu memberat pada erangan panjang dahaga yang menahun...

terpurukku

gelas diujung mejaku tak mau kuisi lagi setiap kali kuteguk airnya, dia lenyapkan sesah sesaat saja padahal masih ada hati kosong sekolam dan dahaga pohon berbunga merah di tegalan yang merintih di bulan bulan terakhir dan pucuk bunga yang berkomat kamit memohon agar raga tak mengering luruh membunuh putra putranya...

senja 2

Jauhkan aku dari awan-awan itu mereka hanya memberengut dan berlalu yang lain datang dengan senyum kekasihku kemudian menghilang Janganlah datang mendekat kau gelombang karena kau bawa hampa memukul tubuh bumi berabad-abad dan melukainya Cukup sudah kau menggarami wajahku wahai angin meninggalkan amis di rambutku dan kerut kuatir di pojok mata menampik harapan-harapan yang ingin kutitip Selamat tinggal matahari pergilah kau selamanya hapuslah jingga langitmu secepatnya karena dalam gelap ku merasa lebih lega Selasa, 4 April 2006 © 2006, Gustaf Mamangkey