Skip to main content

cinta, aku dan kuharap juga kau

Maafkan bila aku tak suka berkata, belahlah dadaku!
Tidak juga, akan kudaki gunung yang tinggi demi cinta!
cinta adalah resiko maka jangan meminta resiko lagi
Jangan menguji diriku menjadi pesakitan demi cinta, kecuali ada dendam di dadamu
Karena cinta adalah perjuangan bersama
Kita bisa bermimpi
Tapi jangan membawa awan turun atau kita terbang ke bulan!
Karena mereka bukan mimpi lagi
Kita bawa cinta pada sandaran bersama, supaya lelah kita mereda
Mengertilah bahwa beban tak pernah hilang
Mereka selalu datang dalam sosok berbeda
Tapi senyum akan meluluhkannya walau takkan menghilangkannya
Seks juga tidak
Dia tak jarang berwujud leburan nafsu yang sering mengatasnamakan cinta
Membungkus masalah dan menyimpannya

Comments

Destiny said…
It's nice poem, seperti org sedang jatuh cinta aja....

Popular posts from this blog

air

Menepi cintaku pada kehampaan Sempat terlelap pada pekat kelam terhentak dan meneriak, menyerapah pada langit tak bertuan Kau begitu kuat mengayuh, sayangku menghilang dalam pekat aku bahkan tak kuat lagi  memegang bayangmu kau hilang Tak kuserapahi siapa-siapa lagi demi sesalku ingin kutindih bertumpuk batu melenyapkannya walau ku tahu, air tak kan lenyap seketika kureguk juga dia suatu saat

Kenankan aku Tuhan

Tuhan, kenankan aku untuk mengirup semua kabut Dan menghembuskan ke gersangnya ladang hati Kenankan aku untuk menelan semua laknat dan maki, kan ku hantamkan pada mereka yang tak berhati Kuatkan aku untuk menimbun para serakah, menenggelamkan mereka dalam harta riba nya

hari ini seharusnya jangan bertanya

hari ini tak ada tanya menyapa karena tanya saling bertanya akan tanya yang bertanya-tanya tentang cinta yang katanya ternyenyak pada sepuluh musim yang meranggas hari ini seharusnya tak ada tanya ketika tanya menjawab tanya akan dua cinta yang berdamai hari ini seharusnya jangan bertanya agar tanya tak berluka dan cinta sepuluh musim tetap menyemai