Skip to main content

Aku, Kau dan Cerita Kita



Aku merindukan hari-hari mengejar layang-layang
Walaupun toh jatuh di lobang wc tetangga
Aku merindukan mengadu jari setelah kalah main kelereng
Dan jaripun bengkak berhari hari
Aku merindukan mencari ‘karembang’ yang tumbuh di samping sekolah. Merah dan ranum.
Atau memanjat manggis dan lansat. Melempar buah mangga tak peduli matang atau masam.
Aku merindukan cerita kita tentang guru kita yang galak dan menirunya
Aku merindu kita melakukannya berulang-ulang
Dan kitapun akhirnya tertidur di bilik penuh kutu busuk

Comments

Popular posts from this blog

air

Menepi cintaku pada kehampaan Sempat terlelap pada pekat kelam terhentak dan meneriak, menyerapah pada langit tak bertuan Kau begitu kuat mengayuh, sayangku menghilang dalam pekat aku bahkan tak kuat lagi  memegang bayangmu kau hilang Tak kuserapahi siapa-siapa lagi demi sesalku ingin kutindih bertumpuk batu melenyapkannya walau ku tahu, air tak kan lenyap seketika kureguk juga dia suatu saat

Kenankan aku Tuhan

Tuhan, kenankan aku untuk mengirup semua kabut Dan menghembuskan ke gersangnya ladang hati Kenankan aku untuk menelan semua laknat dan maki, kan ku hantamkan pada mereka yang tak berhati Kuatkan aku untuk menimbun para serakah, menenggelamkan mereka dalam harta riba nya

hari ini seharusnya jangan bertanya

hari ini tak ada tanya menyapa karena tanya saling bertanya akan tanya yang bertanya-tanya tentang cinta yang katanya ternyenyak pada sepuluh musim yang meranggas hari ini seharusnya tak ada tanya ketika tanya menjawab tanya akan dua cinta yang berdamai hari ini seharusnya jangan bertanya agar tanya tak berluka dan cinta sepuluh musim tetap menyemai