Tak banyak yang ingin kuceritakan
kecuali tentang kerikil kerikil di jalan itu
sedikit tapi menggigit
meninggalkan luka berbulan
Sempat ku tertinggal kereta malam
terkaparku memeluk luka
meraung pada yang empunya matahari
tapi kemana dia?
Aku hilang
di antara gemuruh air keruh
hujan tak pernah berhenti
katanya banyak berkat di antara titik airnya?
tetapi kenapa guruh menggulungku?
Pada dua kaki aku berharap
walau ku tahu mereka tak abadi
agar tetap melangkah
tanpa peduli mereka harus maju atau mundur
yang penting jangan pernah terkapar lagi
kelana hati
Friday, January 07, 2011
Thursday, December 30, 2010
Sunday, November 14, 2010
Wednesday, November 10, 2010
Pulang
Mengapa aku harus pulang
bila pulang tak bersapa
dan topeng segala wajah berkeliling
berdansa pada nasi segenggam?
Mengapa aku harus pulang
dan selalu maklum
akan cinta melimpah
tapi semua tergadai?
bila pulang tak bersapa
dan topeng segala wajah berkeliling
berdansa pada nasi segenggam?
Mengapa aku harus pulang
dan selalu maklum
akan cinta melimpah
tapi semua tergadai?
Wednesday, November 03, 2010
Kuingat kau...
Mungkin aku terlalu menuntut
agar kau genggam aku erat ketika kita sebrangi sungai itu
agar kau memeluk aku ketika perahu yang kita tumpangi oleng
agar kau lebih dulu menahan aku ketika aku jatuh mengejar kelomang
dan aku membalasnya dengan kemarahan yang sangat
ketika kau menghalangi aku keluar malam
ketika kau mendoktrinku dengan apa yang kau anggap baik
ketika kau memintaku untuk tetap belajar
walau ku tahu kau tahu, belajar itu membosankan
Kuingat kau papa,
ketika aku menggodamu saat kau mengerang
dan badan dipenuhi selang
tapi mungkin kau malah tersinggung
kulecut kau sebagaimana kau lecut aku
Hari ini semestinya kau bertambah sepuluh tahun lagi
menghias hari-hari mama
kuingat kau, papa
agar kau genggam aku erat ketika kita sebrangi sungai itu
agar kau memeluk aku ketika perahu yang kita tumpangi oleng
agar kau lebih dulu menahan aku ketika aku jatuh mengejar kelomang
dan aku membalasnya dengan kemarahan yang sangat
ketika kau menghalangi aku keluar malam
ketika kau mendoktrinku dengan apa yang kau anggap baik
ketika kau memintaku untuk tetap belajar
walau ku tahu kau tahu, belajar itu membosankan
Kuingat kau papa,
ketika aku menggodamu saat kau mengerang
dan badan dipenuhi selang
tapi mungkin kau malah tersinggung
kulecut kau sebagaimana kau lecut aku
Hari ini semestinya kau bertambah sepuluh tahun lagi
menghias hari-hari mama
kuingat kau, papa
Subscribe to:
Posts (Atom)